Ketenangan di salah satu kawasan padat penduduk di Ibu Kota seketika pecah oleh suara tembakan. Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Polri melancarkan operasi senyap yang berujung pada baku tembak dramatis, mengakhiri pelarian salah satu target utama mereka, seorang teroris kelas kakap. Keberhasilan Penangkapan Teroris ini merupakan pukulan telak bagi kelompok radikal dan menunjukkan kesiapsiagaan aparat keamanan dalam menghadapi ancaman terorisme di jantung negara. Penangkapan Teroris ini tidak hanya mengamankan pelaku, tetapi juga menyita sejumlah besar bahan peledak yang siap dirakit.
Operasi ini bermula dari informasi intelijen yang dikembangkan selama berbulan-bulan mengenai keberadaan Sdr. Haris Abdurrahman alias Abu Fatih, yang dicari karena perannya sebagai perekrut dan perakit bom kelompok Jemaah Islamiah (JI) wilayah Jawa. Tim Densus 88 AT, di bawah komando langsung Komisaris Besar Polisi Dr. Irawan Wibowo, S.IK., memulai penyergapan pada Jumat, 20 Desember 2024, pukul 04.30 WIB. Lokasi penggerebekan berada di sebuah rumah kontrakan sederhana di gang sempit Jalan Anggrek, Jakarta Timur.
Detik-Detik Penyergapan yang Menegangkan
Saat tim memasuki perimeter, target diduga telah menyadari kehadiran petugas. Baku tembak pun tak terhindarkan. Abu Fatih dan seorang rekannya, Sdr. Malik Ananta, melepaskan tembakan ke arah petugas dari balik jendela. Petugas Densus 88 AT merespons dengan tembakan balasan terukur, bertujuan melumpuhkan tanpa membahayakan warga sipil di sekitar lokasi. Setelah tembakan balasan selama kurang lebih 15 menit, petugas berhasil mendobrak masuk. Abu Fatih berhasil dilumpuhkan dengan luka tembak di kaki, sementara Malik Ananta tewas di tempat karena melawan dengan senjata tajam. Seluruh proses Penangkapan Teroris ini dilakukan dengan prosedur yang ketat untuk meminimalkan risiko.
Di lokasi penggerebekan, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menemukan dan menyita barang bukti yang sangat mengkhawatirkan. Barang bukti tersebut meliputi: 5 unit bom pipa siap ledak, 15 kilogram bahan peledak jenis triacetone triperoxide (TATP), dan dokumen perencanaan aksi teror di tiga lokasi vital di Ibu Kota, yang rencananya akan dilakukan pada malam pergantian tahun baru 2025. Selain itu, turut disita satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver dan ratusan butir amunisi.
Peran dan Tindak Lanjut Aparat
Keberhasilan Penangkapan Teroris ini menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam memberantas jaringan terorisme. Setelah penangkapan, lokasi kejadian diisolasi oleh tim Gegana Brimob selama delapan jam untuk sterilisasi dan evakuasi bahan peledak. Abu Fatih kemudian dibawa ke Mabes Polri untuk pemeriksaan intensif lebih lanjut guna mengungkap jaringan dan sumber pendanaan mereka.
Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Listyo Sigit Prabowo, dalam konferensi pers yang diadakan di Rabu, 25 Desember 2024, mengapresiasi kerja cepat Densus 88 AT. Beliau menegaskan bahwa seluruh aparat keamanan kini fokus pada pengembangan kasus untuk menangkap sel-sel teroris lain yang masih aktif. Pengungkapan modus operandi baru yang menggunakan penyamaran canggih ini juga mendorong Bea Cukai dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memperkuat kerja sama dalam pengawasan pergerakan barang dan orang di perbatasan, demi mencegah insiden serupa terulang.
