Khitan adalah praktik yang diakui sebagai bagian dari fitrah manusia, yaitu kebiasaan atau perilaku alami yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ini bukan sekadar tradisi, melainkan tuntunan agama untuk menjaga kebersihan dan kesucian diri. Dengan membersihkan bagian tubuh tertentu, khitan mendukung kesehatan fisik dan spiritual, sejalan dengan ajaran Islam yang mengutamakan kebersihan sebagai sebagian dari iman.
Konsep fitrah manusia mencakup serangkaian amalan yang dianggap inheren dengan sifat dasar manusia yang suci. Selain khitan, fitrah ini juga meliputi memotong kuku, mencukur rambut ketiak dan kemaluan, serta bersiwak. Semua amalan ini bertujuan untuk mencapai tingkat kebersihan optimal, baik secara lahiriah maupun batiniah, yang akan membawa banyak kebaikan dalam hidup.
Dalam Islam, khitan untuk laki-laki hukumnya sunah muakkadah, yang sangat ditekankan pelaksanaannya. Meskipun ada perdebatan mengenai hukum khitan bagi perempuan di beberapa mazhab, mayoritas ulama menganjurkannya. Pentingnya khitan sebagai bagian dari fitrah manusia adalah untuk menjaga kebersihan pribadi dan mencegah berbagai penyakit, sebuah bentuk perhatian pada kesehatan umat.
Khitan juga memiliki dimensi spiritual. Dengan melaksanakan khitan, seorang Muslim menunjukkan ketaatan kepada ajaran agama dan mengikuti sunah para nabi. Ini adalah bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT, mengakui bahwa setiap perintah-Nya membawa kebaikan dan keberkahan bagi hamba-Nya. Ini juga akan membantu meningkatkan keimanan dalam diri.
Dari segi kesehatan, khitan terbukti memiliki banyak manfaat. Ia dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual tertentu, dan masalah kulit lainnya. Aspek kesehatan ini memperkuat argumen bahwa khitan adalah bagian dari fitrah manusia yang bertujuan untuk kesejahteraan fisik secara keseluruhan, dan juga akan membantu meningkatkan keimanan seorang hamba.
Di banyak komunitas Muslim, khitan seringkali dirayakan sebagai bagian dari transisi anak laki-laki menuju kedewasaan. Ini menjadi momen penting yang melibatkan keluarga dan masyarakat, menguatkan ukhuwah Islamiyah dan mempererat tali silaturahmi. Tradisi ini juga membantu menanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada anak-anak.
Meskipun pelaksanaan di Masjidil Haram dan Nabawi mungkin tidak secara langsung menunjukkan praktik khitan, esensi kebersihan dan kesucian yang ditekankan dalam ajaran Islam selalu hadir di sana. Kedua tempat suci tersebut menjadi pusat di mana umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul untuk beribadah dan menjaga kemurnian diri.
Pada akhirnya, khitan adalah bagian integral dari fitrah manusia dalam Islam, yang menekankan pentingnya kebersihan dan kesucian. Ini adalah amalan yang membawa manfaat fisik dan spiritual, serta memperkuat identitas seorang Muslim. Mari kita terus menjaga dan mengamalkan fitrah ini, demi meraih ridha dan keberkahan dari Allah SWT.
