Keresahan para peternak di wilayah Sumatera akhirnya terobati setelah jajaran kepolisian berhasil membongkar jaringan kriminal yang sangat merugikan ekonomi warga. Sebuah komplotan spesialis pencuri yang dikenal sangat lihai dalam mengeksekusi aksinya di malam hari kini tidak berkutik di tangan tim gabungan opsnal. Kelompok ini telah menjadi target operasi sejak beberapa bulan terakhir karena laporan kehilangan sapi dan kambing meningkat drastis di wilayah tersebut. Polisi harus melakukan pengintaian selama berminggu-minggu guna memetakan pola pergerakan para pelaku yang dikenal cukup rapi dan selalu berpindah tempat persembunyian.
Dalam operasi penggerebekan yang dilakukan di sebuah gudang terpencil, polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku yang berperan sebagai eksekutor dan penadah. Para pencuri hewan ternak di Lampung Tengah ini menggunakan modus operandi yang cukup profesional, yaitu dengan memberi obat bius pada hewan sebelum diangkut menggunakan truk yang telah dimodifikasi. Kecepatan mereka dalam bertindak membuat warga seringkali tidak menyadari jika ternak mereka telah hilang hingga pagi hari tiba. Keberhasilan ini merupakan bukti dedikasi kepolisian dalam melindungi mata pencaharian utama masyarakat pedesaan dari ancaman kejahatan jalanan.
Ketegasan aparat dalam membekuk komplotan spesialis pencuri ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari masyarakat adat dan petani setempat. Kerugian materiil yang dialami warga akibat hilangnya hewan ternak di Lampung mencapai angka miliaran rupiah, mengingat ternak-ternak tersebut merupakan aset tabungan untuk biaya pendidikan anak atau modal bertani. Polisi juga menyita satu unit truk, beberapa bilah senjata tajam, dan alat komunikasi yang digunakan pelaku untuk berkoordinasi saat melakukan aksi ilegalnya. Pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk memburu anggota komplotan lainnya yang diduga lari ke luar provinsi.
Keberadaan komplotan spesialis pencuri ini ternyata memiliki jaringan hingga ke jagal-jagal nakal di wilayah perkotaan yang menerima daging ternak hasil curian dengan harga murah. Polisi mengingatkan para pengusaha daging untuk lebih teliti dalam mengecek dokumen kepemilikan hewan guna memutus rantai pemasaran hasil kejahatan. Tanpa adanya penadah, para pencuri hewan ternak di Lampung ini akan kesulitan untuk mencairkan hasil curiannya menjadi uang tunai. Patroli di jam-jam rawan, khususnya antara pukul dua hingga empat pagi, kini ditingkatkan di jalur-jalur tikus yang sering dijadikan rute pelarian para pelaku.
Meskipun sebagian komplotan spesialis pencuri sudah tertangkap, warga diimbau untuk tidak lengah dan tetap mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di tingkat desa. Penempatan lampu penerangan yang cukup di area kandang serta pemasangan pagar yang kokoh tetap menjadi langkah preventif yang paling efektif. Penanganan kasus hewan ternak di Lampung Tengah ini akan diproses secara transparan hingga ke meja hijau guna memberikan kepastian hukum bagi para korban. Dengan tertangkapnya kelompok ini, diharapkan gairah peternakan di Lampung kembali meningkat dan masyarakat dapat tidur lebih nyenyak tanpa rasa khawatir akan kehilangan aset berharga mereka.
