Sebuah pemandangan menarik terlihat di Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Minggu siang, 4 Mei 2025. Sekelompok remaja tampak bersemangat mengikuti pelatihan membuat sate khas Bali yang diadakan oleh komunitas kuliner lokal “Umah Bali”. Antusiasme generasi muda dalam mempelajari dan melestarikan warisan kuliner seperti sate khas Bali ini tentu menjadi angin segar di tengah gempuran makanan modern.
Pelatihan yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA ini diikuti oleh lebih dari 20 remaja berusia antara 15 hingga 18 tahun. Mereka dengan tekun mengikuti arahan dari Chef Made, seorang ahli kuliner Bali yang dikenal dengan keahliannya dalam meracik berbagai jenis sate khas. Mulai dari proses memilih daging berkualitas, meracik bumbu “base genep” yang kaya rempah, hingga teknik memanggang sate khas yang benar agar menghasilkan cita rasa otentik, semua dipelajari dengan seksama.
“Saya sangat tertarik dengan sate khas Bali karena rasanya yang unik dan kaya rempah. Selama ini saya hanya tahu makan, tapi ternyata proses membuatnya cukup rumit dan membutuhkan ketelitian,” ujar Ayu, salah satu peserta pelatihan dengan antusias. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini membuatnya lebih menghargai makanan tradisional dan termotivasi untuk mempelajarinya lebih dalam.
Chef Made menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kuliner tradisional Bali, khususnya sate. “Kami khawatir jika generasi muda tidak tertarik, warisan kuliner yang kaya ini bisa saja terlupakan. Melihat antusiasme mereka hari ini, kami sangat optimis,” ungkapnya di sela-sela pelatihan. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan bahan-bahan segar dan berkualitas untuk menghasilkan sate khas dengan cita rasa yang maksimal.
Selain praktik langsung membuat sate lilit dan sate tusuk, para peserta juga diajarkan tentang sejarah dan filosofi di balik berbagai jenis sate Bali. Mereka belajar bahwa setiap jenis sate memiliki makna dan seringkali disajikan dalam upacara adat tertentu. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan memasak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya kepada para remaja.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, Bapak Agung, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi inisiatif komunitas “Umah Bali”. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk melestarikan kekayaan kuliner Bali dan menjadikannya daya tarik wisata yang unik. Antusiasme remaja dalam mempelajari sate khas Bali ini menjadi bukti bahwa warisan kuliner Bali tetap relevan dan diminati oleh berbagai generasi.
