Menteri Purbaya kembali menekankan pentingnya Mitigasi Bencana yang berkelanjutan. Solusi konvensional harus diimbangi dengan Infrastruktur Hijau. Pendekatan berbasis alam ini dinilai jauh lebih efektif. Hal ini penting untuk menghadapi ancaman banjir, longsor, dan abrasi yang kian meningkat. Investasi pada ekosistem adalah investasi terpenting untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan wilayah.
Konsep Infrastruktur Hijau mencakup revitalisasi alami. Ini termasuk restorasi hutan, pembangunan area resapan air, dan pemulihan bantaran sungai. Langkah ini berbeda dari proyek beton semata. Hal ini memastikan bahwa upaya Mitigasi Bencana bekerja selaras dengan alam. Hal ini penting untuk meningkatkan kapasitas bumi dalam menyerap air dan meminimalkan erosi permukaan.
Purbaya mencontohkan, hutan mangrove di kawasan pesisir adalah kunci Mitigasi Bencana yang efektif. Hutan mangrove berfungsi sebagai buffer alami. Hutan mangrove meredam energi gelombang badai dan tsunami. Wilayah yang dilindungi oleh ekosistem mangrove yang sehat terbukti memiliki risiko Ancaman Ekonomi dan kerusakan fisik yang jauh lebih rendah.
Di perkotaan, Infrastruktur Hijau diwujudkan melalui vertical garden, taman kota yang luas, dan sumur resapan komunal. Elemen-elemen ini membantu mengatasi masalah genangan air dan banjir. Mitigasi Bencana yang sukses di kota harus mengintegrasikan elemen alam. Hal ini penting untuk mengurangi run-off air hujan.
Penggunaan Infrastruktur Hijau juga membawa manfaat ekonomi jangka panjang. Biaya pemeliharaannya lebih murah. Selain itu, Mitigasi Bencana berbasis alam ini menghasilkan nilai tambah. Nilai tambah tersebut adalah udara bersih dan ruang publik yang lebih sehat. Ini berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan.
Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara Kementerian PUPR dan Kementerian Lingkungan Hidup. Hal ini penting untuk mengimplementasikan Infrastruktur Hijau. Proyek Pembangunan IKN Berlanjut harus menjadi model. IKN harus menunjukkan bagaimana pembangunan Infrastruktur Hijau yang masif dapat diintegrasikan dengan tata kota modern.
Mitigasi Bencana melalui Infrastruktur Hijau membutuhkan perubahan pola pikir. Kita harus melihat alam bukan sebagai penghalang. Alam adalah mitra yang kuat dalam pembangunan. Kebijakan ini harus didukung oleh alokasi Pengelolaan Keuangan yang memadai. Hal ini penting untuk investasi konservasi yang berkelanjutan.
Keputusan menjadikan Infrastruktur Hijau sebagai prioritas dalam Mitigasi Bencana menunjukkan kesadaran baru. Ini adalah pengakuan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan risiko. Pendekatan Pembangunan IKN Berlanjut yang mengedepankan alam adalah jawabannya. Ini adalah investasi paling aman.
Sosialisasi kepada masyarakat juga sangat vital. Masyarakat harus dilibatkan aktif dalam program Infrastruktur Hijau. Mereka harus didorong untuk merawat lingkungan. Dukungan kolektif ini memperkuat ketahanan wilayah. Hal ini mengurangi Ancaman Ekonomi yang disebabkan oleh bencana alam.
