Laut Bali dikenal sebagai salah satu titik kumpul paling misterius di dunia bagi berbagai jenis Ikan Raksasa, seperti Mola-mola (Sunfish) dan hiu paus yang sering muncul di waktu tertentu. Fenomena ini disebabkan oleh adanya pertemuan arus laut dalam yang dingin dengan arus permukaan yang hangat di sekitar selat-selat sempit antara Bali, Nusa Penida, dan Lombok. Proses ini memicu munculnya upwelling, yaitu pengangkatan air kaya nutrisi dan plankton dari dasar laut menuju permukaan yang kemudian mengundang gerombolan ikan kecil untuk datang berkumpul. Kehadiran makanan yang melimpah inilah yang akhirnya menarik perhatian pemangsa besar dan ikan raksasa untuk datang bermigrasi ke perairan Bali guna memenuhi kebutuhan energi mereka yang sangat besar.
Selain faktor makanan, berkumpulnya Ikan Raksasa di Bali juga berkaitan erat dengan kebutuhan mereka untuk melakukan “pembersihan” tubuh dari parasit laut yang mengganggu kesehatan kulit mereka. Ikan Mola-mola, misalnya, sering terlihat muncul ke permukaan atau mendekati terumbu karang agar ikan-ikan kecil pembersih bisa memakan parasit yang menempel pada tubuh raksasanya secara alami. Perairan Bali yang jernih dan memiliki ekosistem karang yang sehat menyediakan “stasiun pembersihan” yang sempurna bagi makhluk-makhluk laut dalam yang jarang terlihat oleh manusia ini. Fenomena interaksi biologis yang unik ini menjadikan Bali sebagai salah satu destinasi wisata selam paling populer di dunia bagi para petualang yang ingin melihat raksasa laut dari jarak dekat dengan mata kepala sendiri.
Secara geografi, selat-selat di sekitar Bali juga berfungsi sebagai koridor migrasi internasional bagi Ikan Raksasa yang melakukan perjalanan jauh melintasi samudra Hindia dan Pasifik sepanjang tahunnya. Arus kuat di Selat Lombok bertindak seperti jalan raya bawah laut yang mempermudah ikan-ikan besar ini untuk berpindah tanpa harus mengeluarkan banyak energi untuk melawan arus air yang tenang. Kondisi topografi dasar laut yang curam dengan banyak palung dalam di sekitar Bali memberikan tempat perlindungan sekaligus jalur navigasi alami yang sangat efektif bagi mamalia laut dan ikan besar. Memahami pola arus dan suhu air di wilayah ini sangat krusial bagi para konservasionis untuk menjaga agar jalur migrasi ini tetap aman dari aktivitas penangkapan ikan komersial yang berlebihan dan merusak populasi mereka.
