Masyarakat adat menggelar tradisi gotong royong membersihkan area punden dan tempat ibadah secara menyeluruh. Warga melangsungkan kegiatan pembersihan pura dengan semangat kebersamaan yang sangat tinggi demi menyambut hari suci. Pengurus pura mengatur pembagian tugas secara merata kepada setiap warga agar proses pengerjaan berjalan efektif. Semua peserta membawa peralatan kebersihan mandiri dari rumah masing-masing. Suasana penuh kehangatan mewarnai seluruh prosesi kerja bakti dari pagi hingga selesai.
Para pemuda dan tokoh masyarakat berkolaborasi merapikan ornamen hiasan d i sekitar pelataran utama. Mereka mengecat ulang bagian tembok yang mulai memudar akibat terpaan cuaca ekstrem. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik bangunan semata, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Setiap orang menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemeliharaan warisan leluhur. Kebersihan area luar menciptakan pemandangan yang sangat asri dan menenangkan hati.
Ketua panitia menyampaikan bahwa persiapan sarana ibadah merupakan bentuk penghormatan mendalam kepada Sang Pencipta. Pelaksanaan pembersihan pura ini sekaligus menjadi momentum penyucian diri secara spiritual bagi seluruh umat. Warga menyapu dedaunan kering yang berguguran di halaman luas dengan sangat teliti. Kerjasama yang harmonis ini membuktikan keutuhan nilai kebudayaan lokal yang tetap terjaga. Seluruh rangkaian kegiatan persiapan tempat ibadah ini berlangsung dengan lancar dan penuh ketenangan.
Ibu-ibu menyiapkan konsumsi berupa makanan tradisional untuk menyegarkan kembali tenaga para relawan. Mereka menikmati santapan bersama di bale banjar setelah menyelesaikan tugas penyucian tempat ibadah. Rasa lelah menghilang seketika saat kebersamaan terjalin begitu erat dalam suasana penuh kekeluargaan. Tradisi tahunan ini menjadi sarana edukasi budaya yang sangat efektif bagi generasi muda setempat. Nilai gotong royong ini terus diwariskan secara turun-temurun kepada anak cucu.
Menjelang sore hari, seluruh sudut tempat suci telah tampak bersih, rapi, dan siap digunakan. Masyarakat merampungkan proses pembersihan pura dengan doa bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan ibadah. Warga merasakan kedamaian mendalam setelah melihat tempat persembahyangan mereka tampak begitu megah. Kesiapan sarana keagamaan ini memberikan kenyamanan ekstra bagi umat yang akan beribadah besok. Kegiatan spiritual ini memperkokoh rasa persatuan seluruh elemen masyarakat adat.
