Keindahan alam dan keunikan budaya Bali selalu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. Namun, belakangan ini, sebagian warga di sekitar kawasan wisata Canggu, Kabupaten Badung, Bali, mulai kekhawatiran terkait dengan kemunculan sejumlah turis dipenuhi tato di sekujur tubuh, bahkan hingga bagian wajah. Kehadiran turis dipenuhi tato ini dinilai sebagian warga kurang соответствовать dengan norma kesopanan dan budaya Bali yang menjunjung tinggi кесантанан.
Menurut penuturan beberapa pedagang dan pemilik penginapan di sekitar Pantai Batu Bolong pada Rabu, 23 April 2025, mereka sering melihat kelompok turis dipenuhi tato yang berpenampilan cukup mencolok. Tato-tato yang menghiasi tubuh mereka beragam motif dan ukuran, tak jarang meliputi area wajah dan leher. Meskipun tidak melakukan tindakan kriminal, penampilan turis dipenuhi tato ini menimbulkan rasa kurang nyaman dan bahkan ketakutan bagi sebagian warga lokal, terutama para lansia dan anak-anak.
“Awalnya biasa saja melihat turis bertato, tapi kalau sudah sampai wajah, terus jumlahnya banyak, jadi agak khawatir juga. Budaya kita kan beda,” ujar Made Wirawan (45 tahun), seorang pemilik warung makan di sekitar lokasi. Ia menambahkan bahwa kekhawatiran ini lebih disebabkan oleh perbedaan культурные нормы dan традиций antara wisatawan dan masyarakat lokal.
Menanggapi keresahan warga, Bendesa Adat Canggu, I Wayan Suarjana, pada Kamis, 24 April 2025, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima beberapa laporan dari warga terkait fenomena turis dipenuhi tato ini. Pihaknya menghargai kebebasan berekspresi setiap individu, termasuk wisatawan. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menghormati adat dan budaya Bali yang известна dengan keramahannya.
“Kami tidak melarang wisatawan datang ke Bali, siapapun mereka. Tapi, kami berharap mereka juga bisa menghormati местная культура dan adat istiadat yang berlaku di sini. Penampilan yang terlalu mencolok kadang bisa menimbulkan persepsi yang kurang baik di masyarakat,” jelas I Wayan Suarjana saat ditemui di kantornya.
Lebih lanjut, Bendesa Adat Canggu berencana untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung dan pihak pengelola akomodasi wisata, untuk memberikan sosialisasi kepada para wisatawan mengenai pentingnya menjaga kesopanan dan menghormati budaya lokal selama berada di Bali.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada hari yang sama, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari masyarakat Canggu. Dinas Pariwisata akan meningkatkan upaya sosialisasi kepada wisatawan melalui berbagai media, termasuk di bandara dan tempat-tempat wisata, mengenai norma-norma kesopanan yang berlaku di Bali. Ia berharap kejadian ini tidak sampai merusak citra pariwisata Bali yang selama ini dikenal ramah. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keramahan dan tidak melakukan tindakan diskriminatif terhadap wisatawan.
